Yang Muda Yang Bertani dan Berinvestasi
Menelaah
Pertanian untuk Regenerasi Milenial sebagai Sub Sektor Investasi yang
Menjanjikan
Dalam rangka
memperingati HUT Pemuda Tani ke-33, Himpunan Profesi Mahasiswa Agribisnis
(HIPMAGRI) Universitas Trilogi mengadakan Seminar Nasional, dengan tema “Yang
Muda Yang Bertani dan Berinvestasi” pada Senin, 10 Desember 2018 (10:30), di
Universitas Trilogi.
Bapak Adi
Pramudya merupakan young entrepreneur atau pengusaha muda yang memiliki bisnis
‘bumbu rempah dapur’. Pegusaha lulusan S1 Teknik Industri dan S2 Psikologi
Industri ini, memiliki CV Anugrah Adi dan beromzet ratusan juta rupiah dalam
sekali panen. Hasil usaha nya pun sudah berkembang hingga ke Belanda dan
Jerman.
Berawal di tahun 2010, ketika Pak Adi akan kuliah di Jakarta. Beliau
memulai usaha nya dari menjual pisang cokelat atau piscok yang dibuatnya
sendiri, menjual jus buah, sampai menjadi sales deterjen. Usaha yang
beliau lakukan, dimulai sejak awal menjadi mahasiswa. Karena pada saat lulus
SMA, ada bencana yang terjadi, yaitu usaha orangtua nya yang tidak dapat di
lanjutkan kembali, maka beliau harus menghasilkan uang sendiri untuk biaya
kuliah.
Sampai akhirnya, beliau memulai usaha bumbu rempah dapur. “Yang
terpenting bagi pemuda adalah waktu” jawabnya ketika sesi tanya jawab. Yang
beliau lakukan sebelum berbisnis rempah, yaitu nongkrong di Pasar Kramat Jati
dari mulai malam hari sepulang kuliah sampai pagi hari, selama 1 bulan. Tujuannya
untuk melihat bagaimana barang tersebut datang, bagaimana penjual menjual
barang dagangannya, dan segala hal yang tentang perdagangan.
“Proses mudah,
menanam mudah, dan tahan lama” itulah alasan beliau yang akhirnya memilih usaha
rempah. Strategi yang digunakan beliau untuk memperoleh 400 juta rupiah dalam
sekali panen adalah panen ketika harga sedang tinggi, maka akan mendapat
untung.
Beliau membentuk Kelompok Tani dan memiliki komunitas ‘Rumah Menanam
Indonesia’. Karya yang beliau hasilkan yaitu buku yang berjudul ‘Anak Rempah’. Menurutnya, ‘selama orang
masih makan, bisnis pertanian itu menguntungkan’. Pesan yang beliau
sampaikan adalah ‘mencoba, jangan takut mencoba’.
Beliau lulusan kedokteran yang juga
akhirnya memilih berkecimpung dalam dunia pertanian. Menurutnya, “Pertanian itu tidak hanya sebatas menanam, tapi ada juga peternakan dan perikanan”.
Ketika
sesi tanya jawab beliau ditanya, “bagaimana nasib para petani yang sudah ada
(petani dahulu) jika pertanian kedepannya memakai teknologi?”. “Petani yang
sudah ada itu sebagai informan, karena petani-petani tersebut sudah tau
bagaimana kondisi tanah tersebut, sistem perairannya, dan segala hal yang
berhubungan dengan kondisi daerah tersebut” jawabnya.
Beliau merupakan bagian dari
Pemuda Tani yang juga dapat menjelaskan secara agama. “Indonesia merupakan
surga. Segala sumber daya, kekayaan, ada dalam Indonesia” tuturnya.
Dari zaman
Nabi, bercocok tanam dan pertanian sudah ada. Maka dari itu, menuntut ilmu itu
wajib bagi laki-laki dan perempuan, mulai dari lahir sampai akhir hayat. Jika
ingin menjadi pengusaha, dekat-dekat dengan pengusaha. Pesan yang
beliau sampaikan adalah “semangat, berjuang, jangan sampai negara lain masuk ke
Indonesia dan mengambil segala kekayaan yang ada”.
Kesimpulannya
adalah, kalau ingin sukses, yaitu memulai usaha dan jangan pernah takut untuk mencoba.
“usaha yang baik adalah usaha yang dimulai”
–Pak Suroyo, Moderator.
Fitriani
Herrachmadani - 18104005
Program
Studi Agroekoteknologi
Fakultas
Bioindutri
Universitas
Trilogi
2018

Komentar
Posting Komentar