SOLUSI PERTANIAN ORGANIK MENGUNTUNGKAN ?


Seiring dengan berkembangnya jumlah penduduk, meningkatnya polusi ataupun pencemaran, dan maraknya himbauan go green maupun hidup sehat menimbulkan kesadaran pada masyarakat tentang bahaya yang ditimbulkan oleh pemakaian bahan kimia sintetis dalam pertanian. Hal ini menjadikan pertanian organik menarik perhatian baik di tingkat produsen maupun konsumen. Konsumen lebih memilih bahan pangan yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan, sehingga mendorong meningkatnya permintaan produk organik.

Trend baru dan telah melembaga secara internasional yaitu pola hidup sehat yang ramah lingkungan menjadi syarat jaminan bahwa produk pertanian harus aman dikonsumsi (food safety attributes), kandungan nutrisi tinggi (nutritional attributes), dan ramah lingkungan (eco-labelling attributes). Indonesia merupakan negara yang sangat baik untuk diterapkan pertanian organik, beberapa alasan diantaranya : masih banyak sumberdaya lahan yang dapat dibuka untuk mengembangkan sistem pertanian organik dan teknologi untuk mendukung pertanian organik sudah cukup tersedia seperti pembuatan kompos, tanam tanpa olah tanah, pestisida hayati.

Tetapi, perkembangan pertanian organik di Indonesia masih belum berkembang dengan baik dan dengan luas. Hal ini disebabkan oleh kendala pasar, minat konsumen, pemahaman terhadap produk organik, proses sertfikasi yang dianggap berat oleh petani kecil maupun organisasi petani.  

Tentang pertanian organik


Pertanian organik adalah pertanian yang menggunakan cara produksi tanaman dengan menghindarkan atau sebesar-besarnya mencegah penggunaan senyawa-senyawa kimia sintetik (pupuk, pestisida, dan zat pengatur tumbuh). Sistem pertanian organik semaksimal mungkin dilaksanakan melalui pergiliran tanaman, penggunaan sisa-sisa tanaman, pupuk kandang (kotoran ternak), kacangan, pupuk hijau, limbah organik off farm, penggunaan pupuk mineral batuan serta mempertahankan pengendalian hama penyakit secara hayati, produktivitas tanah, dan suplai hara tanaman (Alamban 2002). Pertanian organik secara singkat yaitu pertanian yang tidak menggunakan input sintetik, tetapi menggunakan bahan organik.

Mengapa pertanian organik masih sangat sedikit dan belum secara keseluruhan?

Seperti yang telah disebutkan diatas pada awalan, yaitu banyaknya kendala. Tetapi, yang paling sulit adalah mengubah pola pikir para petani, produsen, maupun konsumen mengenai produk pertanian organik yang dikenal sangat mudah terkena serangan hama, yang menyebabkan tampilannya kurang menarik. Lalu, pemikiran akan sulitnya mengembangkan pertanian organik karena sudah sangat ketergantungan terhadap pertanian non-organik yang menggunakan pupuk sintetis untuk kemudahan dalam bertani.

Bagaimana solusi untuk pengembangan pertanian organik?

  • 1.       Budidaya

Dalam budidaya pertanian organik, diperlukan unsur-unsur penting pendukung pertanian organik. Seperti :
a.    Benih : Benih yang dipakai tidak boleh hasil rekayasa genetika, tidak boleh menggunakan pengawet untuk penyimpanan benihnya, tidak boleh mengandung pestisida dan bahan kimia lainnya.
b.   Lahan : Lahan yang digunakan untuk pertanian organik, harus terbebas dari obat-obatan kimia dan residu pupuk kimia. Proses konversi lahan dari pertanian konvensional ke pertanian organik membutuhkan waktu setidaknya 1-3 tahun.
c.  Tanah : Dalam menyuburkan tanah, tidak boleh menggunakan penyubur buatan (pupuk sintetik). Dapat menggunakan pupuk alami buatan seperti pupuk hijau, ataupun sisa-sisa limbah organik (kotoran sapi ataupun sisa bahan pangan).
d.  Pengairan : Air yang digunakan untuk mengairi lahan pertanian organik tidak boleh tercemar oleh cairan kimia, maka diperlukan air bersih.
e.  Pengendalian hama : Untuk mengendalikan hama, tidak boleh menggunakan pestisida kimia. Jika terjadi penyerangan hama, dapat dilakukan menggunakan pestisida alami atau organik.
f.    Pasca panen : Dalam pembersihan hasil panen, tidak boleh menggunakan sesuatu yang mengandung bahan kimia, air untuk pembersihan pun harus bersih.
  • 2.     Pengolahan

Dalam pegolahan hasil pertanian organik harus terbebas dari bahan-bahan kimia yang tidak diperkenankan untuk terkontaminasi dengan hasil pertanian organik.
Untuk sisa hasil panen, diolah lagi menjadi pupuk organik yang dapat digunakan kembali untuk penanaman lainnya.
  • 3.     Pemasaran

Pemasaran merupaan hal penting bagi terwujudnya pertanian organik yang akan berkelanjutan. Sebab, konsumen lebih banyak tertarik pada produk yang terjamin, baik proses, mutu, kualitas maupun kuantitas.
Hal yang dapat meningkatkan pemasarannya adalah dengan membuat sertifikasi produk pertanian organik dan menjaga kepercayaan konsumen untuk tetap berfokus pada produk hasil pertanian organik. Dapat dilakukan juga kampanye yang menginformasikan produk pertanian organik dan produk lokal yang harus di utamakan.
  • 4.       Produksi

Produksi untuk input sampai output pertanian organik harus tersertifikasi juga. Karena, hal ini merupakan bagian dari terciptanya sebuah produk hasil pertanian organik
  • 5.       Distribusi

Distribusi dilakukan secara tersebar. Mulai dari pasar kecil hingga pasar yang besar. Jika hanya dilakukan untuk pasar-pasar besar, pertanian organik tidak akan lebih mudah untuk dikenal dan dikembangkan secara luas.
  • 6.       Lingkungan

Lingkungan untuk dilakukan pertanian organik haruslah merupakan lingkungan yang terbukti aman dan terbebas dari bahan kimia maupun residu bahan kimia.
  • 7.       Sosial-ekonomi

Pertanian organik dapat meningkatkan status sosial para petani maupun pelaksana pertanian organik tersebut. Karena pertanian organik merupakan perubahan untuk kehidupan yang lebih baik dan keberlanjutan.
Selain itu, ekonomi para petani maupun pelaksana pertanian organik, akan meningkat sesuai dengan perlakuan pada pertanian organik tersebut.


Pertanian organik merupakan solusi yang tepat untuk perubahan pertanian saat ini (pertanian konvensional). Karena, menurut IFOAM (2008), pertanian organik memiliki 4 prinsip penting, yaitu :
(1) Prinsip kesehatan : pertanian organik harus melestarikan dan meningkatkan kesehatan tanah, tanaman, hewan, manusia dan bumi sebagai satu kesatuan dan tak terpisahkan; 
(2) Prinsip ekologi : Pertanian organik harus didasarkan pada sistem dan siklus ekologi kehidupan. Bekerja, meniru dan berusaha memelihara sistem dan siklus ekologi kehidupan. Prinsip ekologi meletakkan pertanian organik dalam sistem ekologi kehidupan, yang bahwa produksi didasarkan pada proses dan daur ulang ekologis. Siklus-siklus ini bersifat universal tetapi pengoperasiannya bersifat spesifik-lokal; 
(3) Prinsip keadilan : Pertanian organik harus membangun hubungan yang mampu menjamin keadilan terkait dengan lingkungan dan kesempatan hidup bersama; dan 
(4) Prinsip perlindungan : Pertanian organik harus dikelola secara hati-hati dan bertanggung jawab untuk melindungi kesehatan dan kesejahteraan generasi sekarang dan mendatang serta lingkungan hidup.


Pertanian organik adalah pertanian yang baik, berkelanjutan, dan berkelas. Hidup rakyat akan lebih sehat (karena jiwa yang sehat berasal dari sumber yang baik) dan hidup petani akan lebih makmur karena banyaknya keuntungan, bahkan hampir tidak ada kerugian jika ada lembaga yang mendukung (mewadahi) ataupun genjotan pemerintah dalam menerapkan pertanian organik.

PERTANIAN ORGANIK UNTUK HIDUP YANG LEBIH BAIK DAN KEBERLANJUTAN (SUSTAINABLE) YANG SALING MENGUNTUNGKAN - rach

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Klasifikasi Iklim

Iklim Lanjutan